4.9 dari 5 berdasarkan 10 dari penilaian pelanggan
(10 ulasan pelanggan)

Zero Audio ZH-DWX10 DUOZA Dual Dynamic Driver Stereo Headphones

Rp1,799,000 Rp1,350,000 inc. PPN

Dual Dynamic Driver IEM dengan sertifikasi “Hi-Res Audio” dari Zero Audio Jepang. Kualitas suara terbaik di komparasi IEM Level 1jt kami. Baca juga info tentang Duoza di Blog Headfonia Store.

Stok 15

Jumlah

Earphone Case

Tambah Eartips

Reterminate

Untuk mendapatkan kualitas suara yang terbaik, kami sarankan anda memilih opsi reter P-3.5 PP untuk earphone anda.

Accessories

Zero Audio ZH-DWX10 DUOZA Dual Dynamic Driver Stereo Headphones

Zero_Audio_Duoza_info_4

Specifications

Type: Dual Dynamic Speakers
Plug: 3.5mm gold plated stereo mini-plug (type L)
Cable: OFC Cable 1.2m (type Y)
Weight: approx. 8.3g (without cable)
Sensitivity: 100dB/1mW
Frequency Response: 7Hz – 24,000Hz
Maximum Input Power: 150 mW
Impedance: 20ohms
Accessories: Earpieces (S, M, L)

 

Zero_Audio_Duoza_info_2

Zero_Audio_Duoza_info_3

Zero_Audio_Duoza_info_1

brand

ZERO AUDIO

price-class

1jt – 4jt

Bundle

Tanpa Bundle, + SpinFit CP-100 Loose Pack 1 Pasang Medium, + Zero Audio Headphone Clip Black Red 1 Clip, + Supercase Small, + Supercase Small & SpinFit

4.9 Dari 5 Bintang

10 reviews

Apa kata customer lain

  1. One person found this helpful
    starvin marvin

    5 out of 5

    (verified owner)

    IEM ini baru dateng kemarin (thank you ko Yudie Christianto & Headfonia Store smile emoticon. Ramah banget, dan sabar ladenin customer bawel kayak saya. I’ve had very pleasant shopping experience with you guys!) dan langsung diburn sekitar 10 jam semalaman karena pulang kerja udah kecapean.. Pagi ini kebangun, langsung dengerin, dan berikut sedikit impresinya.

    Packaging: sangat simpel, gak keliatan kayak IEM mahal deh. aksesoris juga gak banyak (you know the drill with zero audio). Dapet satu pouch material kain biasa yang ada logo zero audio, 3 tips standar. Selebihnya, gak banyak yang bisa dilihat.

    Build quality: ini sangat impresif. Housingnya punya aksen metal merah – silver yang sleek banget. Cukup besar, tapi pas dipake, ternyata nyaman banget-banget. Ringan, tapi kokoh. Saya biasanya komplain dengan IEM yang housingnya besar karena bikin comfort keganggu. Not this one. Udah dipake sejam-an, berasa gak pake IEM! Sangat ringan, kokoh, nyaman banget-banget. Dia gak bisa sampe deep insertion ya, kecuali punya tips dual atau triple flange.

    Sound quality: Saya pernah pake Shure SE215, Klipsch S5i, TTPod T1E, Heir Audio 3.ai, UE TF10, Yamaha EPH100. Saya akan coba compare dikit sama mereka dalam impresi suara..
    Bass: sangat-sangat present, tapi gak overwhelming. Kuantitasnya oke banget, tapi kualitas bass-nya lebih oke lagi. Gak ada rasa boomy/nyampur ke frekuensi lain kayak SE215. Saat denger lagu cepet pun, bassnya sangat terkontrol, penuh impact, tapi gak bikin berasa kurang saat denger lagu slow sekalipun. Top notch!
    Mid: sedikit rasa laid back di sini. Bukan IEM yang punya mid range terlalu forward, tapi gak sampe laid back parah ya. Very subtle. Walau begitu, mid range IEM ini masih kerasa cukup sweet dan bisa handle kebanyakan lagu dengan sangat baik.
    Treble: ini cukup mengejutkan, karena biasanya dual driver IEM agak nutupin treblenya. Treble di sini sangat jelas, gak ketutupan bassnya (seperti yang tadi saya bilang, bassnya terkontrol banget). Dan satu yang saya demen dengan IEM ini: sibilance di beberapa lagu yang saya sering temuin pake IEM lain bisa dijinakkan. Yes, seneng banget dengernya grin emoticon. Lagu-lagu yang suka punya sibilance nyebelin entah kenapa bisa jadi enak di sini.. Mungkin kebetulan, di beberapa file saya begitu.

    Overall, ini sangat-sangat worth di harga <2 juta! I'd recommend this over.. Shure SE215 SPE probably? grin emoticon harga mirip, tapi suaranya.. Saya rasa ini bisa handle lebih banyak tipe lagu dan punya tuning plus fit yang lebih bikin betah dipake lama-lama. Not to mention the fact that it looks like something built from Tony Stark's Armor. Silakan samperin toko audio terdekat untuk cobain sendiri IEM ini smile emoticon it impresses me a lot. Hopefully you'll get the same experience!

    (1) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  2. One person found this helpful
    Yuva

    5 out of 5

    Impresi singkat (tanpa spinfit): Ini iem yang AWESOME. thumbs up.
    A high quality sounding, semua detail kedengeran jelas as crystal clear. Tonality nya tipe balance dengan ‘sedikit’ kearah warm. Bassnya… adem bgt dan terasa gemuk, it makes your music musical!
    it’s a SOUNDSTAGE earphone so please expect a spacious feeling :))
    The layering..seperti makan bubur ayam yang gak diaduk, rasa dari masing2 instrumen bermain sendiri2 dan gak ngeganggu yg lain, bahkan suara backing vocal yg dulunya terasa kyk nempel sama penyanyi, dengan iem ini jadi punya tempat sendiri2 alias misah2. Dan
    bunyi snare drum & hi-hat terasa natural banget. Highnya.. ngecring dan extends, tapi gak akan nemuin yang namanya sibilance, meski rekaman jepang sekalipun (no lies). Mid dan vokal nya seperti yg orang bilang, agak sedikit laidback, but nonetheless it’s smooth and intimate!
    design nya.. keren man, it’s shiny aluminium that everyone loves, and the red part adds some ‘WOW’ to it.
    It’s another treasure!

    (1) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

    • One person found this helpful
      asen

      Saya pakai duoza ada 3bln dan saya menyukai suaranya. Sungguh menyenangkan dan grovy. Saya juga punya iem shure215 biasa kalau di bandingkan suaranya lebi impresif duoza. Bass yg tidak boomy. Bass body terasa dan menggelegar. Vokal ada type suara cring tetapi tidak menusuk telinga. Mid yg halus dan kalem. Bila duoza di kombine dgn fiio a3 maka impresi suaranya menjadi megah. Detail suara dr lagu menjadi jelas dan ada detil suara yg belum pernah di dengar dari lagu yg biasa saya mainkan menjadi muncul. Sungguh menyenangkan. Douza sangat cocok untuk memainkan lagu edm. RnB. Wow banget.

      (1) (0)

      Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  3. One person found this helpful
    Narendra Adoe

    5 out of 5 Probably the best IEM under Rp. 1.5 million

    Zero Audio ZH-DWX10 Duoza adalah produk yang benar-benar diluar dugaan. Saya telah memiliki beberapa headphone, Koss Portapro, Klipsch S6i, Ultimate Ears UE700, Shure 215, Audio Technica M50, dan AKG 271 MK II. Dari semua headphones yang pernah saya miliki dan gunakan, Zero Audio Duoza ini adalah produk yang memberikan the most bang for your money.

    Sound Quality: sebelum saya membeli produk ini, saya mendemo di toko headfonia iem berikut: Carbo Tenore, Carbo Basso, Radius NHR-11, Radius NHR-21, Carbo Doppio. Lalu saya juga mengingat Shure 215 yang saya miliki. Singkat cerita, menurut saya Duoza mengalahkan semua earphones tersebut. Kombinasi antara bass, mid, dan treblenya baik sekali. Jazz, Opera, Classsic, Rock, hingga Pop, Duoza memiliki suara dengan soundstage yang terbaik, paling terasa bersih, dan paling detail. Jujur, saya setelah mencoba banyak pembanding tersebut cukup bingung antara memilih Radius NHR 21 atau Duoza karena NHR 21 memiliki karakter audio yang cukup menarik dan exciting. Vocalnya NHR 21 terasa lebih forward dan suara penyanyi, terutama laki2 (waktu itu saya dengar Josh Groban) jadi terasa lebih ada presencenya dibanding Duoza. Namun setelah mencoba sekitar 1 jam antara NHR 21 dan Duoza, saya mendapati bahwa kualitas Treble jauh lebih bagus di Duoza, dan suara Duoza jauh lebih jernih. Suara hi-hat di Duoza lebih terasa jernih dan natural. Di NHR 21 juga suaranya agak sedikit tercampur antara frequency bass dan mid/treblenya sehingga kadang terasa muddy (walaupun ini ga selalu jelek karena untuk beberapa lagu NHR 21 malah lebih terasa jiwa dan emosinya dibanding duoza). Mungkin ini karena di Duoza kita mendapatkan dual driver, sehingga terdapat dedicated driver untuk bass dan mid/treble di Duoza. Alhasil, Duoza yang lebih murah dari NHR 21 memberikan kita suara yang lebih jernih dan lebih detail dipadu bass yang rapih sekali. Mendengarnya berjam-jam juga tidak capek. Memang vocalnya tidak terlalu forward, namun dikuping saya justru sangat balance dengan musiknya sehingga semua detail instrumen tidak ada yang tertutup suara sang penyanyi.

    Kelemahan Duoza cuma 1, saya takut sekali sama kabelnya yang sangat tipis. Kabel yang paling baik saya dapati di Shure 215, namun sound quality jauh lebih bagus DUOZA. Tentu saja jika dibandingkan dengan AKG 271 MKII (closed back headphone), masih lebih bagus sound quality AKG. Tampolan perkusi lebih terasa, mid treble lebih bagus, dan bass lebih tight. Tapi jika kita melihat value (kualitas yang didapatkan per rupiah), Duoza masih nomor 1 karena lebih praktis juga untuk dipakai sehari-hari.

    Jika kamu perlu earphone yang nyaman dipakai untuk belajar, nunggu macet, kerja, atau travelling, menurut saya DUOZA ini pilihan yang paling pas jika kamu willing to spend 1.4 juta rupiah.

    Jika kamu bingung antara Tenore dan Duoza, saya bisa bilang, Tenore ga ada apa-apanya dibanding Duoza karena sound qualitynya jauh sekali di atas, sudah beda level. Mungkin bisa saya bisa bilang, walaupun harganya 3 kali lebih mahal dari Tenore, tapi sound qualitynya 4 kalinya Tenore.

    Sekian review dari saya, semoga dapat membantu orang yang sedang bingung-bingung memilih earphone hehehe.

    (1) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  4. One person found this helpful
    Edy

    5 out of 5 Malam Pertama dengan Duoza

    (verified owner)

    Ketika Duoza datang ke rumah saya malam2. Dengan rasa penasaran dan nafsu saya langsung membuka bungkusnya dengan hati2.
    Karena kabel duoza yang agak tipis dan packaging yang sangat ‘firm’. Saya harus extra hati2 mempreteli kabel earphone dari plastik dudukannya.

    Kesan pertama. Dari tampilan bungkusnya aja keren. Kepala earphone begitu mantap dan kokoh. Saya yakin kepala earphone ini menyimpan banyak crucial component yang akan mengangkat performance model ini.

    Setelah mencoba.. ahh my God. Suaranya begitu nikmat, CRISPY and CLEAR. Kalau dengar acoustic benar2 detail. Kalau dengar rnb bassnya bulat dan cukup mengesankan. Kalau dengar classical sambil merem, suaranya jernih.

    Menurut saya, dengan harga yang saya bayar. Earphone ini merupakan next level japanese built quality. Totally worth it. Oh, saya juga ada beli extra spinfit untuk enchance the acoustic level. Meskipun menurut saya agak pricey, tapi mungkin telinga anda yang detail bisa merasakan perbedaan-nya.

    Overall :
    Performance mantap
    Style mantap
    Harga cocok
    Meskipun cantik. Tapi tidak bisa dibawa tidur ya.. agak tipis kabelnya.

    Cheers,
    Edy

    (1) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  5. One person found this helpful
    Handi

    5 out of 5 Hidden Gem Duozza

    (verified owner)

    Salah satu iem terbaik yang pernah dikeluarkan zero audio. Saya suka sekali dengan trebel yg halus dan bass yang cukup besar. Tips bawaan nya memang kurang bagus. Saya pakai tips ath solid bass langsung keluar suara2 ghoib, saya tidak menyangka iem ini sangat cocok untuk lagu2 mainstream koleksi saya. Good job zero audio.

    (1) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  6. One person found this helpful
    Arya Budi

    5 out of 5

    (verified owner)

    Sedikit review kuping orang awam:
    Impresi pertama built quality nya oke banget, ringan dan bentuknya unik ga kayak earphone kebanyakan, warna metal merah hitam bikin earphone nya ga kelihatan murahan (emang ga murah sih..), sayang kabel nya tipis takut kalau ketarik-tarik gampang putus.

    Untuk suara yang saya rasain pertama kali ini earphone suaranya jerniih banget. Bass nya nggak “in your face” kayak bass2 di earphone ‘basshead’ lain. Rapih banget, bulet dan terkontrol, nggak berlebihan tapi tetep kerasa enak bass nya. Treble nya dapet, nge-cring dan kedengeran natural. Suara cymbal, hi-hat sama snare drum kerasa banget bedanya. Detailnya? Wow! Mungkin perlu dicobain sendiri deh untuk tahu seberapa detailnya suara Duoza ini. Sekali lagi, Wow!! Untuk mid sama vokal nya saya pakai spinfit jadi sedikit lebih ‘enak’ dengernya, soundstage terasa lebih lega. Balance antara high-mid-low yang pas banget ini yang bikin Duoza enaak banget dipakai untuk berlama-lama, kadang ada earphone yang impressive banget suaranya tapi untuk dipakai lama malah jadi capek rasanya.

    In short: kualitas suaranya jerniih, detail nya keluar semua, bass nya rapih, nyaman untuk dipakai berjam-jam. Highly recommended!

    (1) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  7. Nazaruddin Rahman

    4 out of 5

    (verified owner)

    Saya sudah menggunakan earphone ini sekitar satu minggu, dipadukan dengan smartphone android Lenovo + aplikasi ONKYO HF Player. Dengan lagu-lagu seperti: janet-Commodores, love song-Adele, dll format Flac hasilnya menurut telinga saya yang awam ini sangat sempurna. di ONKYO HF Player saya pakai setting headphone “other” dan setting aqualizer “the giving tree-Tim lopez”

    (0) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  8. Tonnys_s

    5 out of 5 My first IEM Duoza

    Sebenernya beli Iem duoza dah lama banget di HFS , sekitar agustus / september an gt deh, waktu pertama datang ke HFS niat nha mau coba dari merk radius dengan bermodalkan hp sony z5, selama coba2 gua ngak gt cocok ma high nya iem seri nhr radius yg agak tajam di kuping gua, akhirnya dikasih coba duoza, and akhirnya jatuh hati banget sama zero audio duoza, akhir nya gua meminang neh duoza dengan paket spinfit, karena takut hanya dengan hp sony z5, ngak puas gua akhir nya juga meminang fiio e17.

    Setelah sekian lama mendengarkan iem, burn in dan mencoba lagu di beberapa player aknir nya gua sedikit menyimpulkan karakter duoza,
    Bass: dari segi bass duoza punya karkater bass yang bulat dan deep, speed bas nya juga ngak telat, buat bas spl nya juga ngak kalah, hampir semua lagu bas boosted dapat dimain kan dan tampil dengan sempurna. Bravo…..
    Midrange: untuk vokal wanita nya sweet banget, vokal pria juga muantap, instrumen piano pun dilahap dengan indah…
    Treble : hampir sempurna dengan detail yang hampir lengkap, berasa hidup
    Sounstage: luas sekali untuk kelas IEM
    Separasi musik: bener2 terasa masing2 instrumen tanpa ada laid, harmonisasi dual driver nya luar biasa.
    Emosi: menurut kuping kaleng bua ini IEM bisa menyajikan emosi lagu2 dengan baik dan indah.
    Kekurangan: kabel tipis dan body iem yg cukup besar,
    Kesimpulan ini IEM paling worth it, bahkan kalo dinilai karakter dari suara nya melebihi harga….great job zero audio
    Thanks HFS yang menjual produk super luar biasa ini, love it

    (0) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  9. Alex Timur Boyz

    5 out of 5

    (verified owner)

    1. Dari kotak dan pengalaman unboxing sama sekali tidak menggambarkan kalau ini iem diatas satu juta.

    2. Dari kabel sangat-sangat lembut/tipis dan saya sarankan kamu beli supercase supaya lebih awet dan aman.

    3. Saya tidak suka dengan eartips bawaan Duoza bahannya tidak nyaman ditelinga saya, saya sarankan ganti ke spinfit selain nyaman buat kuping, eartips ini juga membantu membuat vocal lebih maju.

    4. Sound Quality : Bass yang berkualitas dengan detail yang baik, saya punya shure 215 dan harus saya akui Duoza diatas shure 215. meskipun pada soundstage saya lebih suka shure 215.

    (0) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  10. Hastu Prabatmodjo

    5 out of 5 Surprisingly very good

    (verified owner)

    Saya tidak punya banyak pengalaman dgn produk serupa. Dulu sekali punya earphone walkman n headphone murahan. Kesan saya: biasa dan bikin capek, lalu malas menggunakan.. Lama puas dgn CD player, tube amp n speaker. Tidak tertarik dgn musik digital yg menurut saya suaranya inferior dibanding CD 24 bit. Mungkin karena tidak punya perangkat yang tepat…. Beberapa bulan lalu terpaut dgn What Hifi yg mengulas headphone. Saya pikir: mungkin saya ketinggalan dgn alat satu ini. Lalu browsing ekstensif, beli AKG Y50. Merasa tercerahkan dgn produk bagus ini. Film dan musik Youtube jadi hidup. Lalu ketemu dgn Headfonia. Mulanya pesan Carbo Mezzo, cuma dari review, tapi belum sempat transfer, ketemu ZA Douza, berubah pikiran…. Barang datang, langsung coba. Surpris dgn barang kecil, tapi bersuara hampir serupa AKG Y50. Tentu, bukan perbandingan yg fair, karena ya masih kalah dalam mengolah suara. Douza mengesankan dari kemampuan menemukan suara instrumen, kejernihan, vokal yg warm, bass yg bulat dan soundstage yg lumayan. Very good…! Saya puas menggunakannya buat Youtube. Tidak menyesal membelinya. Malah penasaran dgn earphone lain, next time….

    (0) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

  11. agen judi online idncasino

    Im happy I now signed up

    Ꮤhat’s ᥙp friends, fastidious piece of writing ɑnd nice arguments commented ɦere, I ɑm truly enjoying bу tɦesᥱ.

    http://www.idncasino.org

    (0) (0)

    Something wrong with this post? Thanks for letting us know. If you can point us in the right direction...

×

Don't have an account? Sign Up